PT. SDL ( PRODUKSI PUPUK KISDA & PERSEWAAN ALAT BERAT )

Visi dan Misi
Menjadi Pelopor Dalam Industri Pupuk Organik Dengan Menyediakan Pupuk Organik Berkualitas Tinggi, Murah, Ramah Lingkungan dan Menjaga Kelestarian Alam.
PT. SUNAN DRAJAT LAMONGAN (SDL) berdiri pada tahun 2004 dengan nama merk produk kemasan KAWASAN INDUSTRI SUNAN DRAJAT (KISDA) merupakan perusahaan tambang phosfat yang beroperasi secara terintegrasi, dimulai dari kegiatan penambangan, pengolahan, rehabilitasi lahan, hingga pemasaran. PT. SUNAN DRAJAT LAMONGAN (SDL) mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004 dengan menggunakan alat sederhana tanpa mengabaikan kualitas pupuk yang dihasilkan.

Kawasan Industri Sunan Drajat
Penambangan Bahan baku pupuk phosfat alam KISDA berasal dari tambang phospat dengan luas area tambang milik sendiri serta tambang milik supplier seluas lebih dari 150 ha yang tersebar diwilayah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro dengan cadangan phosfat Lebih kurang 5 Juta ton. Kandungan phosphate tersebut menjamin ketersediaan bahan baku.
Proses penambangan phosfat menggunakan alat berupa Excavator. Kegiatan penambangan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan peta cadangan phosfat yang sebelumnya telah dilakukan survey lapangan dari cadangan tersebut agar sesuai dengan pedoman prosedur pengelolaan lingkungan hidup dan keselamatan kerja.
Phosfat ini tergolong phosfat guano yang mempunyai daya larut cukup tinggi.

Lahan tambang phosfat
Laboratorium Kegiatan survey lapangan dilakukan, selain untuk mengetahui kapasitas cadangan phosfat, juga dilakukan analisa laboratorium. Dari hasil analisa tersebut diketahui kadar prosentase phosfat, selanjutnya dilakukan pengelompokan bahan baku sesuai kandungan prosentase phosfat. Tersedianya sarana laboratorium untuk menjaga, mengontrol kualitas produk yang dihasilkan. Laboratorium merupakan alat penunjang yang sangat urgen.

Ruang laboratorium

Pengolahan Phosfat Setelah phosfat diangkut dari lahan tambang menuju gudang pengolahan, selanjutnya dilakukan penggilingan dari phosfat menjadi powder phosfat. Pada tahap berikutnya powder phosfat diproses menjadi granul phosfat, tahapan selanjutnya dilakukan packing dan penyimpanan dan siap didistribusikan ke pasar.

Gudang penggilingan Ruang Dryer

Hasil Produksi dan Kapasitas Produksi Hasil produksi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu: phosfat powder phosfat granul Kapasitas produksi : phosfat powder ± 60 ton/hari phosfat granul ± 50 ton/hari Alat-alat Penunjang Produksi Untuk memperlancar produksi perlu dukungan peralatan produksi. Peralatan produksi yang dimiliki PT. SUNAN DRAJAT LAMONGAN (SDL) adalah: Excavator 5 unit Breaker 1 unit Armada angkut 5 unit Penggilingan 3 unit Pan granulator 4 unit Rotary dryer 2 unit

Pemasaran Dengan jaminan kualitas dan prosentase phosfat yang akurat serta ketepatan berat barang, Pupuk phosfat KISDA selama ini telah melayani permintaan pasar domestik maupun internasional. Permintaan pasar domestik antara lain; Sumatera, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan lainnya. Sedangkan permintaan pasar internasional antara lain; Jepang, Malaysia.

Manfaat dan Kegunaan Pupuk Phosfat Alam KISDA Unsur phosfat ( P ) merupakan salah satu unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak. Pupuk phosfat alam KISDA salah satu sumber unsur phosfat ( P ) untuk kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk ini berasal dari batuan phosfat hasil akumulasi, sedimentasi, kompaksi serta proses biokimia yang berlangsung secara alami dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Pupuk ini sangat baik digunakan pada lahan persawahan, ladang maupun perkebunan. Fungsi Pupuk Phosfat Alam KISDA Pupuk ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda, membantu proses asimilasi dan pernafasan serta mempercepat proses pembungaan, pemasakan biji dan buah.

Cara Pemupukan Pupuk Phosfat Alam KISDA Pupuk ini dapat diaplikasikan sebagai pupuk dasar yang diberikan dengan cara disebar merata ke seluruh permukaan tanah dengan keadaan tanah yang macakmacak atau dibenamkan didalam tanah dengan kedalaman 5-10 cm di sekitar tanaman. Dosis pemupukan adalah sebagai berikut: tanaman pangan 200 kg/ha tanaman hortikultura 300 kg/ha. Hal tersebut tergantung pada jenis tanaman dan jenis tanah.